SUBNETTING DAN ROUTING STATIC

Nama : Andi Annisa Nurdzakyah. AM (06)

Kelas : XI TJKT 1


Pengertian Subnetting

Subnetting adalah proses membagi satu jaringan IP besar menjadi beberapa jaringan yang lebih kecil atau subnetwork. Tujuannya untuk mengelompokkan perangkat, menghemat IP address, serta meningkatkan keamanan dan efisiensi jaringan.


Pengertian Routing Static

Routing statik adalah metode pengaturan jalur lalu lintas data di dalam jaringan yang dilakukan secara manual oleh administrator. Dalam sistem ini, setiap rute ke jaringan tujuan harus ditentukan satu per satu oleh manusia, bukan otomatis oleh sistem. Routing statik biasanya digunakan dalam jaringan kecil yang strukturnya sederhana dan jarang berubah. Meskipun lebih stabil dan mudah dipahami, routing jenis ini tidak bisa menyesuaikan diri secara otomatis jika terjadi perubahan jaringan, seperti perangkat yang mati atau topologi yang berubah.



Topologi Jaringan
Topologi pada proyek ini merupakan hasil dari konfigurasi routing statik yang telah dibuat menggunakan Cisco Packet Tracer. Gambar topologi memperlihatkan bagaimana tiap perangkat seperti PC, switch, dan router saling terhubung antar blok/lantai melalui jalur yang telah diatur, sehingga membentuk satu jaringan terintegrasi.



Simulasi Jaringan

1. Buka aplikasi Cisco Paket tracer



2. Langkah awal simulasi dimulai dengan menyeret semua perangkat ke area kerja sesuai kebutuhan. Gambar berikut menunjukkan hasil setelah seluruh perangkat berhasil ditempatkan sebelum dilakukan konfigurasi lebih lanjut. 
5 PC, 1 switch (2950-24), dan 1 router (1841).


   3Hubungkan semua PC ke switch pakai kabel straight, lalu hubungkan switch ke router lewat port FastEthernet0/0. Lakukan hal yang sama pada ruangan kedua.




      4. Setelah kedua blok (lantai 5 dan lantai 6) selesai dikonfigurasi masing-masing, router dari lantai 5 dan lantai 6 disambungkan menggunakan kabel Copper Cross-Over.

                            

5. Konfigurasi IP pada PC pertama lantai 5 dilakukan dengan membuka tab Desktop > IP Configuration. IP Address diisi 192.168.6.66, Subnet Mask 255.255.255.240, dan Default Gateway 192.168.6.65. Lakukan hal yang sama pada keempat PC lainnya dengan IP berurutan, namun tidak boleh melebihi 192.168.6.78.



6. Untuk lantai 6, buka PC pertama, masuk ke tab Desktop > IP Configuration. Masukkan IP Address 192.168.6.82, Subnet Mask 255.255.255.240, dan Default Gateway 192.168.6.81. Ulangi langkah yang sama pada empat PC lainnya, pastikan IP tidak melebihi 192.168.6.94.

                                

7. Masuk ke router lantai 5, buka tab Config. Pilih antarmuka FastEthernet0/0 yang terhubung ke switch lantai 5. Aktifkan port-nya (centang On), lalu isi IP Address 192.168.6.65 dengan subnet mask 255.255.255.240. Ini jadi gateway untuk semua PC di lantai 5. Lanjut, pilih antarmuka FastEthernet0/1 yang terhubung ke router lantai 6. Aktifkan juga, lalu masukkan IP Address 10.10.10.1 dengan subnet mask 255.255.255.240.


                                            
                                                                Sebelum dikonfigurasi



                                                                 
                                                                   Setelah dikonfigurasi

    8. Klik router lantai 6, masuk ke tab Config, terus buka FastEthernet0/0 yang nyambung ke switch    lantai 6. Aktifin dengan centang On, lalu isi IP Address 192.168.6.81 dan subnet mask 255.255.255.240. Ini jadi gateway buat semua PC di lantai 6. Lanjut ke FastEthernet0/1, yang nyambung ke router lantai 5. Aktifin juga, isi IP Address 10.10.10.2 dan subnet mask 255.255.255.240.

                                                               Sebelum dikonfigurasi


Setelah dikonfigurasi

9. Buka router lantai 5, masuk ke tab Config lalu pilih Static. Tambahkan rute ke jaringan 192.168.6.80 dengan subnet mask 255.255.255.240 melalui next hop 10.10.10.2. Simpan perubahan, lalu router lantai 5 akan bisa berkomunikasi dengan lantai 6.


10. Buka router lantai 6, lalu masuk ke tab Config dan pilih Static. Masukkan rute menuju jaringan 192.168.6.64 dengan subnet mask 255.255.255.240 melalui alamat next hop 10.10.10.1. Setelah disimpan, router lantai 6 akan bisa mengakses jaringan lantai 5.


11. Untuk menguji konektivitas antar perangkat, klik ikon Add Simple PDU (berbentuk amplop petir) di sisi kanan layar. Setelah itu, klik pada PC pertama di lantai 5, lalu klik salah satu PC di lantai 6 sebagai tujuan. Jika konfigurasi IP dan routing sudah benar, akan muncul notifikasi "Successful" dengan tanda centang hijau di bagian bawah layar. Kalau muncul tanda silang merah atau pesan "Failed", itu artinya masih ada kesalahan konfigurasi IP atau routing yang perlu diperiksa. Lakukan hal yang sama pada PC lainnya untuk memastikan semua koneksi antar lantai berhasil.

                                                                   ikon Add Simple PDU


PC Pengirim


PC Tujuan



hasil simulasi pengiriman paket dari PC pengirim ke beberapa PC tujuan.



Tampilan hasil simulasi

Comments

Popular posts from this blog

INSTALASI DAN KONFIGURASI JARINGAN NIRKABEL DI CISCO PACKET TRACER

Konfigurasi IP Address dan File Sharing pada Laptop Client dan Server